Turnamen Padel FIP Bronze Di Yogyakarta Menjadi Ajang Seleksi Atlit Timnas

Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) menjadikan turnamen padel internasional bertajuk FIP Bronze yang digelar di Kota Yogyakarta sebagai ajang mencari atlet terbaik untuk mengisi squad Tim Nasional. Para atlit yang terjaring nantinya akan dipersiapkan untuk Asian Games dan Kualifikasi Piala Dunia.

Ketua Umum PBPI, Galih Dimuntur Kartasasmita mengatakan bahwa cabang olahraga Padel untuk pertama kalinya akan dipertandingkan di Asian Games 2026 yang rencana akan digelar di Jepang pada bulan September hingga Oktober mendatang.

“Kami mencari 20 atlet putra dan putri untuk diserahkan kepada pelatih, dan PBPI akan menggelar pemusatan latihan nasional pada Juli hingga September 2026,” kata Galih.

Tak main-main dalam membangun Tim Nasional Indonesia, PBPI mendatangkan dua pelatih dari luar negeri yakni pelatih asal Jerman Denise Hoefer yang akan melatih Tim Nasional Padel Indonesia putri, dan Ari Moya asal Spanyol pelatih Timnas Padel Indonesia Putra.

Meskipun tidak mematok target dalam Asian Games nanti, namun berkaca pada event sebelumnya di Qatar dimana Indonesia berhasil sukses membawa medali perunggu, PBPI optimis bahwa potensi atlit tanah air mampu bersaing di kancah dunia.

“Feeling saya sih kita akan mendapatkan sesuatu di Asian Games 2026,” lanjut Galih.

Usai Asian Games 2026 nanti, Timnas Padel pun harus segera mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang kualifikasi Piala Dunia. Tak hanya fokus untuk atlit senior, Indonesia juga mempersiapkan atlit junior karena Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia Junior yang rencananya akan digelar bulan November 2026 di Jakarta. Ajang tersebut akan mempertandingkan kelompok umur U-14, U-16, dan U-18 dengan partisipasi 14 negara Asia.

Sementara Ketua Pengda PBPI DIY, RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo menegaskan bahwa saat ini PBPI DIY tengah menyusun program jangka panjang untuk melahirkan atlet-atlet berbakat dengan merangkul Club Owner untuk memperkuat pembinaan usia dini maupun senior.

“Saat ini ada sekitar 35-40 klub padel di DIY yang terus didorong untuk memperkuat pembinaan atlet lokal,” kata Gusthilantika Marrel.

You May Also Like