Persoalan air di Gunungkidul menjadi salah satu isu yang diangkat dalam program Meet the Artist ARTJOG 2026. Pada Kamis, 20 Agustus 2026, seniman Sirin Farid Stevy bersama Paseduluran Nandur Banyu hadir untuk berbagi cerita mengenai proses penciptaan karya sekaligus praktik komunitas yang mereka jalankan dalam merawat sumber-sumber air.
Sesi yang berlangsung di ruang pamer ARTJOG tersebut merupakan bagian dari program Meet the Artist, yang secara khusus mempertemukan seniman dengan publik untuk membicarakan gagasan, proses kreatif, dan karya yang ditampilkan. Pada edisi 2026, program ini digelar setiap Kamis dan terbuka bagi pengunjung yang memiliki tiket ARTJOG.
Kolaborasi Sirin Farid Stevy dan Paseduluran Nandur Banyu di ARTJOG diwujudkan melalui karya “Sumur Sinaba”. Karya tersebut berangkat dari perhatian terhadap keberadaan sumber air di Gunungkidul, sekaligus melihat bagaimana hubungan masyarakat dengan air mengalami perubahan akibat persoalan lingkungan, pembangunan, serta perkembangan teknologi pengambilan air.
Bagi Sirin, proyek ini tidak berhenti pada penciptaan sebuah instalasi di ruang pamer. Ia bersama Paseduluran Nandur Banyu telah melakukan berbagai aktivitas di Gunungkidul, termasuk menanam pohon, merawat sumber air, serta menelusuri dan mendokumentasikan keberadaan sumur. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari proses artistik yang kemudian dibawa ke ARTJOG.
Melalui “Sumur Sinaba”, mereka juga mempertanyakan cara masyarakat memandang persoalan air di Gunungkidul. Anggapan bahwa wilayah tersebut identik dengan kekurangan air menjadi salah satu hal yang dikritisi. Di sisi lain, penggunaan sumur bor modern dan praktik komersialisasi air dinilai turut mengubah pola masyarakat dalam memperoleh serta mengelola sumber air.
Pesan tersebut diterjemahkan ke dalam dua bentuk sumur yang menjadi bagian dari instalasi. Salah satunya menggunakan pecahan kaca, botol, dan piring untuk menggambarkan sumber air yang berubah menjadi lokasi pembuangan. Sementara bagian lainnya menggunakan botol plastik dan wadah galon sebagai gambaran bagaimana air telah hadir sebagai komoditas yang dikemas dalam berbagai bentuk praktis.
Kehadiran Sirin dan Paseduluran Nandur Banyu sekaligus memperlihatkan pendekatan ARTJOG 2026 yang tidak memisahkan praktik seni dari persoalan kehidupan sehari-hari. Dalam tema ARS LONGA: GENERATIO, ARTJOG mendorong dialog antargenerasi serta praktik seni yang berhubungan dengan komunitas dan persoalan sosial. Bagi Paseduluran Nandur Banyu, menjaga sumber air dilakukan melalui tindakan konkret, mulai dari penanaman pohon hingga perawatan sumur, terutama ketika memasuki musim kemarau.
Dengan demikian, “Sumur Sinaba” tidak sekadar menjadi karya yang dipamerkan selama ARTJOG 2026. Karya ini menjadi pintu masuk untuk melihat kembali hubungan manusia dengan air, pengetahuan lokal, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga sumber kehidupan. Melalui Meet the Artist, pengalaman serta praktik tersebut kemudian dibagikan langsung kepada publik sebagai bagian dari percakapan yang lebih luas mengenai seni, lingkungan, dan keberlanjutan.
