Persiapan INACRAFT Festival 2026 telah memasuki tahap akhir. Pameran kerajinan dan produk kreatif terbesar di Indonesia ini akan resmi dibuka pada 15 Juli 2026 di Jogja Expo Center sebagai wujud komitmen Asosiasi Eksportir Produk Kerajinan dan Furnitur Indonesia (ASEPHI) dalam memperkuat ekosistem industri kerajinan nasional. Diselenggarakan bersama PT FERACO sebagai event organizer, festival tahun ini mengusung tema “Hamemayu Hayuning Bawana” yang menekankan semangat inovasi, keberlanjutan, dan kolaborasi.
Menjelang pembukaan, ASEPHI menggelar konferensi pers di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo Hotel, Selasa (14/7), yang dihadiri perwakilan ASEPHI, PT FERACO, mitra strategis, serta 22 media nasional dan lokal. Tema yang diangkat merefleksikan perpaduan budaya, kreativitas, teknologi, dan peluang bisnis yang akan dihadirkan sepanjang festival.
INACRAFT Festival 2026 akan menghadirkan ratusan exhibitor dari berbagai provinsi di Indonesia, mulai dari pengrajin, UMKM, koperasi, komunitas kreatif, hingga pelaku industri. Festival ini juga melibatkan 10 negara sahabat, yakni Malaysia, Thailand, Singapura, Kamboja, India, Oman, Uzbekistan, Jepang, Inggris, dan Australia, dengan dukungan organisasi kerajinan internasional AHPADA, APCA, dan AGCF. Produk yang dipamerkan meliputi dekorasi rumah, fesyen, aksesori, tekstil, perhiasan, furnitur, suvenir, hingga berbagai produk kreatif unggulan lainnya.
Selama penyelenggaraan, pengunjung dapat mengikuti beragam kegiatan seperti workshop kerajinan, demonstrasi pembuatan produk, talkshow, fashion show, Pasar Kangen, pertunjukan seni, Craft Tour, Royal Talks, hingga Podcast Studio. Di sisi bisnis, tersedia Business Networking, Business Matching, Buyers Program, dan Craft Connect yang mempertemukan exhibitor dengan pembeli dari dalam maupun luar negeri. Sementara program edukasi menghadirkan forum kreatif, lokakarya interaktif, demonstrasi produk, dan Craft Corner untuk semua kalangan.
Keberhasilan INACRAFT Festival 2026 didukung kolaborasi ASEPHI dengan kementerian, pemerintah daerah, asosiasi profesi, komunitas kreatif, perguruan tinggi, media, sponsor, serta berbagai mitra industri. Penyelenggaraan juga diperkuat melalui digitalisasi pada promosi, registrasi, publikasi, dan perluasan jejaring bisnis, sehingga diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk, serta mendorong inovasi industri kerajinan Indonesia di tingkat global.
photo by humas jogja
