Skena graffiti Yogyakarta kembali mendapat ruang untuk berkembang lewat proyek seni bertajuk SINTESIS. Pameran ini mempertemukan tiga seniman graffiti Jogja, yakni YKRUMK, TECHOO, dan ZEINSONE, dalam satu proyek kolaboratif yang memadukan mural, eksplorasi visual, musik, hingga aktivasi menggambar di skate bowl.
SINTESIS digelar di MUUSE Coffee Hub & Space, Condongcatur, Sleman, mulai 12 hingga 26 September 2026. Rangkaian proyek sebelumnya telah dimulai melalui Giant Painting Landscape pada 28 Juli dan Bowl Skate Painting pada 22 Agustus. Pameran utama dibuka pada Sabtu, 12 September 2026 pukul 16.00 WIB oleh Kill The DJ, sekaligus diramaikan penampilan ToneFayaTune, DJ Ghaitza, DJ Kateratchy, Knockdown, dan Serigala Malam.

Kolaborasi ini mempertemukan tiga karakter dan bahasa visual yang berbeda. SINTESIS tidak berupaya menyeragamkan gaya masing-masing seniman, tetapi menjadikannya sebagai bagian dari ruang dialog. Melalui karya kolektif tersebut, ketiganya merespons berbagai persoalan kehidupan sekaligus mengangkat kembali nilai kemanusiaan, empati, dan kebaikan.
Proyek ini juga mencerminkan perkembangan graffiti di Yogyakarta yang kini tidak hanya hadir di ruang publik. Praktik graffiti semakin banyak bereksperimen dengan berbagai medium, mulai dari kanvas, panel kayu, instalasi tiga dimensi hingga skate bowl. Perkembangan tersebut berjalan beriringan dengan kolaborasi bersama komunitas musik, skateboard, serta berbagai ekosistem kreatif lainnya.

Ketiga seniman membawa latar praktik yang berbeda. YKRUMK mengeksplorasi graffiti, mural, desain visual, hingga instalasi, sementara TECHOO yang mulai menekuni graffiti sejak 2009 dikenal lewat permainan tipografi, garis, warna, tekstur, kolase, hingga karya tiga dimensi. Sementara itu, ZEINSONE telah berkarya di dunia graffiti sejak 2008 dan terus memperdalam praktiknya melalui eksplorasi budaya visual, komunitas, serta berbagai medium.
Melalui SINTESIS, ketiganya ingin menunjukkan bahwa perbedaan karakter dan pengalaman dapat menjadi kekuatan ketika dipertemukan dalam satu ruang. Lebih dari sekadar pameran graffiti, proyek ini menjadi refleksi tentang bagaimana seni dapat menjadi medium untuk membangun dialog, merawat keberagaman, dan mengingatkan kembali pentingnya memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
