Dinamika kebijakan ekonomi dan diskusi seputar perpajakan yang hangat bergulir di tengah masyarakat menjadi inspirasi tersendiri bagi dunia seni. Menangkap momen tersebut sebagai sebuah refleksi sosial, vokalis Shaggydog, Heru Wahyono (Heruwa), berkolaborasi dengan musisi Ole (almarhum), resmi merilis single kolaborasi terbaru mereka yang bertajuk “Dipajak!”.
Lagu ini tidak lahir begitu saja, melainkan hasil dari malam-malam panjang penuh diskusi yang intens antara Heruwa, Ole, serta kawan-kawan satu tongkrongan. Mereka kerap bertukar pikiran dan mencermati berbagai pernyataan serta wacana kebijakan yang bergulir sepanjang tahun lalu, yang sempat memicu perdebatan hangat di masyarakat karena seolah-olah menyasar hampir semua aspek kehidupan sehari-hari. Ruang diskusi dan keresahan bersama itulah yang kemudian mereka konversikan menjadi sebuah karya seni yang jujur.
“Dimana bumi dipijak, disitu kita dipajak,” duet Heruwa dan Ole mencoba memotret dinamika dalam tatanan peradaban ini, dengan cara yang kasual, ringan, dan lirik yang sedikit nakal, jenaka. Secara musikal, “Dipajak!” hadir dengan eksplorasi aransemen yang kaya dan bertenaga. Lagu ini mengusung genre fusion yang mengawinkan ketukan ritmis funk, vokal yang soulful, dan energi dari sedikit sentuhan rock. Dibalut brass section yang dinamis, memberikan warna musik yang fun dan enerjik, sekaligus asyik untuk dinikmati sambil bergoyang.
“Membayar pajak adalah bagian dari komitmen kita bersama untuk membangun bangsa dan menjalankan roda peradaban. Namun, sebagai seniman, kami juga melihat bagaimana dinamika diskusi di masyarakat sangat menarik untuk diabadikan ke dalam sebuah karya musik. Lagu ini adalah potret kemanusiaan tentang bagaimana kita semua bersama-sama beradaptasi,” ungkap Heruwa mengenai latar belakang pembuatan lagu ini.
Heruwa melibatkan beberapa kawan musisi yang ada di sekitarnya dalam proses rekaman lagu ini, diantaranya ada Dino ‘Kimpling’ (gitaris Hennessey), Henry (bassist Morning Horny), Anggri ‘Simbah’ (drummer The Everyday Band), Angga & Herbin (trombone – saxophone The Brass Dawgz / Shaggydog), dan Ferry Kurniawan yang mengisi bagian hammond dan piano, sekaligus bertanggung jawab untuk proses mixing dan mastering. Direkam oleh salah satu sound engineer Shaggydog, Bagong, di Milli Sayidan. Sayangnya, Heruwa harus kehilangan kolaboratornya, Ole, saat lagu ini dalam proses mixing.
Secara historis, kontribusi kepada tatanan bersama bukanlah hal baru. Sejarah mencatat bahwa manusia telah mulai membayar pajak sejak sekitar tahun 3000 SM di zaman Mesir Kuno, di mana rakyat menyisihkan hasil bumi dan gandum untuk pembangunan fasilitas publik. Hubungan antara warga negara dan sistem pembiayaan pembangunan ini kemudian terus berevolusi melewati berbagai zaman dan menjadi topik yang selalu menarik perhatian para pemikir besar, mulai dari Benjamin Franklin hingga fisikawan Albert Einstein.
Di dunia musik pun, lagu bertema serupa telah lama menjadi tradisi, beberapa di-antaranya seperti karya klasik “Taxman” dari The Beatles (1966) dan Slank “Pajak” (1993). Single Heruwa & Ole – “Dipajak!” sudah dirilis via digital stores oleh DoggyHouse Records pada 20 Juni 2026 lalu, bertepatan dengan batas waktu pelaporan SPT Masa Pajak Penghasilan.
