JABFEST 2026 Hadir di Jogja, Pertemukan Buku, Musik, Seni, dan Percakapan Publik

Jogja Art + Books Festival (JABFEST) 2026 kembali digelar untuk keempat kalinya. Mengusung tema “Saksi Mata: Ketika Pendangkalan Berkuasa, Pendalaman Harus Bekerja”, festival ini berlangsung selama dua pekan, mulai 30 September hingga 12 Oktober 2026 di The Ratan, Yogyakarta.

JABFEST 2026 menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai bidang, di antaranya Alissa Wahid, filsuf Martin Suryajaya, band Majelis Lidah Berduri, serta sastrawan Saut Situmorang. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya festival membuka ruang percakapan mengenai literasi, seni, kebudayaan, toleransi, hingga persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

Ketua Program JABFEST 2026, Dodo Hartoko, mengatakan festival ini berupaya mempertemukan dunia literasi dan seni rupa dalam satu ruang kebudayaan. Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertanyakan berbagai hal dan membangun kegelisahan yang dapat mendorong perubahan.

Sementara itu, Kurator Pameran JABFEST 2026, Ayos Purwoaji, menempatkan seni sebagai medium untuk menjaga ingatan dan membuka ruang kritik. Melalui praktik artistik, festival ini ingin mendorong tumbuhnya kritik, ingatan, serta imajinasi kolektif di tengah masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, JABFEST 2026 menyiapkan delapan program utama, yakni Ngobrolin Buku, Berbincang, Pidato Kebudayaan, Kuliah (Ora) Umum, Seniman Bicara, Seni + Literasi, dan Bazar Buku. Festival ini terbuka untuk umum dan mendorong pengunjung tidak sekadar menjadi penonton, tetapi turut terlibat dalam berbagai percakapan dan proses kreatif.

Sesi pembukaan resmi JABFEST 2026 dijadwalkan berlangsung pada 30 September 2026 pukul 15.00 WIB di The Ratan. Informasi mengenai jadwal lengkap dan pendaftaran program dapat diperoleh melalui akun Instagram resmi @jogja.artbooks.fest.

You May Also Like