Penyanyi Asal Yogyakarta, Maretha Esther Akan Gelar Live Session Perdana di Mash House

Penyanyi sekaligus penulis lagu pendatang baru Maretha Esther atau yang dikenal dengan nama panggung Reth akan menggelar live session perdana di Mash House, JNM Bloc, Yogyakarta, pada Jumat, 21 Agustus 2026. Pertunjukan ini merupakan kolaborasi Basement Studios dan Mash House yang menghadirkan ruang bagi musisi independen Indonesia untuk menampilkan karya secara langsung dan diproduksi secara profesional.

Bagi Reth, penampilan tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam memperkenalkan identitasnya sebagai solois. Perempuan kelahiran Semarang yang menempuh pendidikan di ISI Yogyakarta itu merupakan lulusan cum laude Program Studi Pop Jazz Vocal. Selain aktif sebagai vokalis, Reth juga dikenal sebagai penulis lagu yang mengolah pengalaman personal menjadi karya dengan pendekatan yang intim dan emosional.

Secara musikal, Reth memadukan karakter R&B dengan sentuhan harmoni gospel. Ia mendapat pengaruh dari sejumlah musisi seperti Daniel Caesar, H.E.R., dan PJ Morton. Melalui karya-karyanya, Reth banyak mengeksplorasi tema cinta, proses penyembuhan, serta perjalanan menemukan jati diri. Pengalamannya sebagai performer juga diperkuat dengan keterlibatan dalam berbagai pertunjukan, termasuk Jazz Atas Awan dan Jogja International Jazz Camp.

Sebelum menggelar live session, Reth telah memperkenalkan karya debutnya melalui single “Love Isn’t Real” yang dirilis pada 16 Agustus 2026. Lagu bergenre R&B tersebut bercerita tentang patah hati, kehilangan, serta kesadaran bahwa cinta tidak selalu berjalan sesuai harapan. Lewat lirik yang personal dan karakter vokal yang penuh penghayatan, lagu ini menjadi bagian dari perjalanan Reth dalam membangun identitas musikalnya.

Dalam pertunjukan di Mash House nanti, Reth tidak hanya akan membawakan karya-karyanya dalam aransemen khusus, tetapi juga berbagi cerita mengenai proses kreatif dan latar belakang lagu yang dibawakannya. Konsep pertunjukan dibuat intim dengan jumlah penonton terbatas, sekitar 20 hingga 50 orang, sehingga interaksi antara musisi dan audiens menjadi bagian penting dari pengalaman live session tersebut.

Pertunjukan ini juga dirancang sebagai dokumentasi profesional. Seluruh penampilan Reth akan direkam menggunakan produksi multi-kamera serta tata audio berkualitas studio. Rekaman tersebut nantinya akan ditayangkan secara daring, sehingga pertunjukan yang berlangsung di Yogyakarta dapat dinikmati oleh audiens yang lebih luas.

Melalui live session ini, Basement Studios dan Mash House membawa visi untuk mendukung sekaligus mendokumentasikan karya musisi independen Indonesia melalui pertunjukan live yang autentik. Sementara bagi Reth, kesempatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan musik dan karakter artistiknya secara lebih dekat kepada penonton, sekaligus menandai babak awal perjalanan kariernya sebagai penyanyi dan penulis lagu.

You May Also Like