Pengembangan kawasan wisata On The Rock di sekitar Pantai Drini-Watu Bolong, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, tengah menjadi sorotan. Polemik mencakup persoalan relokasi warung warga, akses menuju pantai, pembangunan kawasan, hingga kelengkapan perizinan dan aspek lingkungan. Manajemen On The Rock kemudian memberikan klarifikasi atas sejumlah isu yang beredar.
Perwakilan manajemen On The Rock, Tarko Sudiarno, membantah tudingan adanya penggusuran sepihak maupun penutupan total akses menuju Pantai Watu Bolong. Menurutnya, dari 16 warung yang berada di area pengembangan, 12 pemilik telah menyepakati relokasi, menerima uang tali asih, serta mendapat tawaran tempat usaha baru. Sementara empat pemilik warung disebut masih menolak pindah.
Terkait akses pantai, manajemen menyatakan jalan setapak bagi masyarakat masih tersedia. Pagar yang dipasang di sejumlah titik, menurut Tarko, digunakan untuk membatasi area pembangunan dan menjaga keamanan selama proses konstruksi.
Persoalan lain menyangkut pembangunan dan kelengkapan dokumen lingkungan. Manajemen menyebut proses sejumlah perizinan, termasuk dokumen lingkungan, masih berjalan dan dilakukan melalui komunikasi dengan pemerintah daerah.
Di tengah polemik, manajemen juga menyoroti dampak ekonomi On The Rock. Pengelola menyebut kawasan tersebut menyerap ratusan tenaga kerja lokal secara langsung maupun tidak langsung serta membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar. Manajemen juga mengklaim telah menyetorkan pajak daerah sekitar Rp750 juta untuk periode Januari-Juli 2026. Angka tersebut merupakan klaim pihak pengelola yang disampaikan kepada media.
Polemik On The Rock pada akhirnya mempertemukan sejumlah kepentingan, mulai dari pengembangan pariwisata dan investasi, keberlanjutan usaha warga, akses publik menuju kawasan pantai, hingga perlindungan lingkungan.
Penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan kejelasan mengenai status lahan, akses masyarakat, relokasi pedagang, serta pemenuhan seluruh ketentuan perizinan dan lingkungan agar pengembangan kawasan wisata tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
