Silent Project Rilis “Penipu Hati”, Angkat Cerita tentang Luka dan Batas dalam Hubungan

Band asal Tangerang, Silent Project, kembali menghadirkan karya terbaru melalui single bertajuk “Penipu Hati”. Lagu ini mengangkat kisah tentang seseorang yang harus menghadapi kekecewaan setelah mendapatkan harapan dari orang yang pada akhirnya justru melukai perasaannya.

“Penipu Hati” tidak sekadar bercerita tentang rasa sakit akibat hubungan yang kandas. Silent Project menjadikan lagu ini sebagai bentuk penegasan bahwa seseorang memiliki batas ketika diperlakukan tidak semestinya. Pesan tersebut diperkuat melalui bagian hook yang menjadi salah satu kekuatan utama lagu. “Ini hati bukan tempatnya untuk kau lukai. Ini hati bukan tempat untuk kau sakiti.”

Dari sisi musikal, Silent Project memilih pendekatan yang sederhana dan tidak berlebihan. Permainan gitar, drum, serta vokal dibangun dengan karakter yang relatif mentah dan terbuka untuk memperkuat emosi dalam lirik. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pendengar lebih mudah menemukan pengalaman personal mereka di dalam lagu.

Silent Project mengatakan, lagu ini lahir dari kegelisahan melihat orang-orang yang terus menerima perlakuan menyakitkan dan kerap diminta untuk sekadar menerima keadaan. Bagi mereka, ada situasi ketika seseorang perlu berani mengatakan cukup dan menghentikan siklus perlakuan yang menyakitkan.

Single “Penipu Hati” direkam dan diproduksi secara mandiri oleh Silent Project di Tangerang. Lagu ini diharapkan dapat menjadi teman bagi pendengar yang tengah menghadapi kekecewaan sekaligus mengingatkan bahwa tindakan menyakiti orang lain tidak seharusnya dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

“Penipu Hati” kini telah tersedia di sejumlah layanan streaming digital, termasuk Spotify, Apple Music, YouTube Music, Resso, serta berbagai platform musik digital lainnya.

Silent Project merupakan band asal Tangerang yang mengusung musik pop alternatif dengan pendekatan lirik naratif. Dalam karya-karyanya, band ini banyak mengeksplorasi kisah dan sisi emosional hubungan antarmanusia dengan gaya penulisan yang lugas dan personal.

You May Also Like