Suadesa Festival 2026 Digelar Di Tiyasan, Hadirkan UMKM, Seni Budaya, Konser Musik Hingga Penggalangan Donasi

Suadesa Festival 2026 digelar selama dua hari, 22–23 Agustus 2026, di Kawasan Kuliner Tiyasan, Padukuhan Gandok Tambakan, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, DIY. Festival yang diselenggarakan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Subholding Gas Pertamina ini mengangkat tema “Semangat Kemerdekaan untuk UMKM Desa yang Mandiri, Berdaulat, Adil & Makmur”.

Memasuki penyelenggaraan kedua, Suadesa Festival diarahkan tidak sekadar menjadi ruang hiburan, tetapi juga wadah pengembangan potensi ekonomi masyarakat desa. Sejumlah pelaku UMKM lokal dan UMKM binaan PGN dilibatkan untuk memasarkan produk kuliner, kerajinan, fesyen, jasa, hingga produk kreatif lainnya.

Rangkaian kegiatan terbagi dalam empat program utama, yakni Pasar UMKM Suadesa, Panggung Suadesa, Workshop Suadesa, dan Suadesa Peduli. Melalui Pasar UMKM, masyarakat dapat berbelanja sekaligus membuka peluang jejaring baru bagi pelaku usaha lokal dengan konsumen, komunitas, maupun mitra potensial.

Agenda hiburan dikemas melalui Panggung Suadesa yang berlangsung mulai pukul 15.30 hingga 22.30 WIB. Pertunjukan tersebut menghadirkan kesenian tradisional masyarakat seperti Kirab Bregodho, Hadroh, Badui, Smarai, Nona Sepatu Kaca, dan Kampayo, serta penampilan musik dari Jogja 90’s, Jikustik, dan The Rain.

Dari sisi edukasi, Workshop Suadesa menghadirkan kegiatan yang mengangkat kekayaan kuliner Nusantara. Salah satu agendanya adalah kompetisi memasak makanan tradisional berbahan lokal yang diikuti 15 peserta dari perwakilan warga Padukuhan Gandok Tambakan dan Tiyasan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali potensi pangan dan kuliner yang berkembang di masyarakat.

Suadesa Peduli menjadi bagian lain dari rangkaian festival dengan agenda sosial dan lingkungan. Kegiatannya meliputi penanaman pohon, penjualan sembako murah, penguatan bank sampah desa, serta penyaluran bantuan bagi korban bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengunjung yang ingin menyaksikan pertunjukan musik juga diajak berkontribusi mengurangi sampah plastik dengan membawa tiga botol plastik bekas sebagai bagian dari mekanisme akses pertunjukan.

Selain pemberdayaan ekonomi dan kegiatan sosial, PGN turut memanfaatkan festival untuk memperkenalkan Compressed Natural Gas (CNG) Silinder. Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai salah satu alternatif energi bagi sektor UMKM dan komersial yang berada di luar jangkauan jaringan pipa gas bumi.

Melalui berbagai agenda tersebut, Suadesa Festival 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat, pelaku UMKM, komunitas, konsumen, dan mitra usaha. Kehadiran festival di Kawasan Kuliner Tiyasan sekaligus diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi lokal dan mendorong masyarakat mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan.

You May Also Like