Tercatat 9.000 Pelari Turut Meramaikan Jogja 10K 2026

Kawasan Malioboro akan menjadi pusat perhatian pada Minggu pagi (3/5/2026), saat sekitar 9.000 pelari dari berbagai penjuru daerah ambil bagian dalam ajang Jogja 10K 2026. Event ini kembali digelar sebagai bagian dari agenda tahunan yang menggabungkan olahraga lari dengan pengalaman wisata budaya khas Yogyakarta.

Tingginya minat masyarakat terhadap ajang ini terlihat dari habisnya kuota peserta jauh sebelum hari pelaksanaan. Fenomena tersebut menegaskan posisi Jogja 10K sebagai salah satu event sport tourism yang semakin diminati, sekaligus mencerminkan pulihnya aktivitas ekonomi kreatif di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tahun ini, panitia kembali menghadirkan rute yang memikat sekaligus menantang. Para pelari akan memulai lomba dari Malioboro, kemudian melintasi Titik Nol Kilometer Yogyakarta, dan mengitari kawasan Keraton Yogyakarta sebelum kembali ke garis finis.
Rute tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda, di mana peserta tidak hanya berlari, tetapi juga menikmati lanskap sejarah dan budaya yang menjadi ciri khas Kota Gudeg.

Seiring dengan penyelenggaraan event, aparat Kepolisian bersama Dinas Perhubungan DIY akan menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama. Penutupan dan pengalihan arus kendaraan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 04.00 WIB hingga 09.00 WIB di sekitar kawasan sumbu filosofis.

Penyelenggaraan Jogja 10K tahun ini juga menonjolkan pemanfaatan teknologi digital. Panitia menggandeng Indosat Ooredoo guna memastikan kestabilan jaringan 5G selama lomba berlangsung. Dukungan tersebut memungkinkan peserta melakukan pelacakan lari secara langsung (live tracking) serta berbagi pengalaman melalui media sosial tanpa hambatan.

Selain itu, sistem pencatatan waktu berbasis chip sensor akan memberikan hasil yang cepat dan akurat, yang dapat langsung diakses peserta sesaat setelah menyentuh garis finis.

Dari sisi ekonomi, gelaran ini memberikan dampak signifikan bagi sektor pariwisata. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta, Deddy Pranowo, menyebut tingkat hunian hotel di sekitar Malioboro melonjak hingga 95 persen sejak dua hari sebelum pelaksanaan.

Tidak hanya perhotelan, lonjakan kunjungan juga dirasakan oleh pelaku usaha kuliner, transportasi, hingga UMKM lokal. Kehadiran ribuan peserta beserta pendampingnya menjadi dorongan nyata bagi perputaran ekonomi daerah.

Dengan kombinasi antara olahraga, teknologi, dan pariwisata, Jogja 10K 2026 kembali menegaskan perannya sebagai salah satu event unggulan yang memperkuat citra Yogyakarta di kancah nasional.

You May Also Like