Skena musik Yogyakarta memang dikenal sebagai laboratorium bermusik yang kolaboratif. Banyak band dan musisi di Jogja yang bersama – sama mengeksplorasi musik tanpa mengenal batas genre dan generasi. Lingkungan yang mendukung suasana ini membuat kolaborasi musisi antar genre dan generasi menjadi sesuatu yang umum terjadi di kota gudeg.
Member band dari skena underground nongkrong bareng musisi dari lingkup industri nasional, tidak jarang saling bertukar gelas minuman. Banyak dari obrolan casual di tongkrongan ini yang kemudian memunculkan ide kolaborasi. Mulai dari Shaggydog yang menggaet NDX AKA di lagu bernuansa dangdut, Ambilkan Gelas, atau Ndarboy Genk yang berkontribusi di versi keroncong-nya Di Sayidan.
Kini Shaggydog kembali dengan single baru yang mengajak Rebellion Rose dan The Glad. Lagu bertajuk Lodse ini menggambarkan nuansa guyub rukun anak – anak band di Jogja yang tidak memandang genre dan generasi.
Bayangkan Shaggydog yang identik dengan musik ska generasi awal, bersama sekumpulan skinhead anti nganggur yang tergabung dalam The Glad juga generasi baru punk rock yang diwakili Rebellion Rose.
Lodse, judul lagu bernuansa ska ciptaan Raymond gitaris Shaggydog ini berasal dari bahasa walikan (slang) khas Jogja yang artinya ngombe (minum).
“Ide-nya muncul pas ada kegiatan teman – teman yang kumpul bareng, muterin gelas terus dari situ banyak pertukaran ide atau malah cuma sekedar wacana, lalu inisiatif kenapa ga dibikin lagu aja?” ujar Raymond.
Single Shaggydog – Lodse (feat. Rebellion Rose & The Glad) akan dirilis di digital stores oleh DoggyHouse Records mulai 26 Desember 2025. Selain itu akan tersedia merchandise berupa t-shirt dan bandana dari artwork yang dibuat oleh Arswandaru (vokalis, bassis Ali) via Doggy Shop Jogja.
