Paksi Band yang dikenal kritis menyuarakan isu kemanusiaan lewat seni keroncong berbahasa Jawa akan kembali menyuarakan kritik mereka lewat rilisan single baru berjudul “BUTA MURKA”.
“Sudah agak lama kami tidak merilis karya, terakhir kami rilis album tahun 2023. Single terbaru ini sepertinya pas dirilis di kondisi saat ini,” Kata Paksi Raras.
Paksi Band terakhir merilis karya berupa album yang berjudul “PANEN RAYA” pada tahun 2023. Karya PANEN RAYA di album tersebut meraih nominasi Artis Keroncong Terbaik ANUGERAH MUSIK INDONESIA 2023.
“Tema lirik lagunya bercerita tentang legenda di tanah Jawa masa lampau. Tentang raja Dewata Cengkar yang berujud buta (raksasa), sang penguasa lalim yang dikisahkan suka memangsa manusia, dan akhirnya kalah ketika dilawan oleh sosok yang berbadan lebih kecil,” ucap Paksi.
Pada lagu berjudul BUTA MURKA kali ini memang merespon isu politik yang sedang gonjang-ganjing di negeri ini.
“Legenda itu bisa jadi merupakan potret negeri hari ini. Jadi alih-alih kami melestarikan kisah legenda dari sastra Jawa, juga sekaligus menyumbang dukungan pada aksi demonstrasi saat ini.” lanjutnya.
Single BUTA MURKA adalah andil untuk menyuarakan tragedi poli/k dan kemanusiaan yang sedang berlangsung di negeri ini. Dan andil dari seniman lewat karya, sesederhana apapun merupakan wujud dukungan bagi pergerakan rakyat.
Sementara Wawan, pemain ukulele cuk di Paksiband mengatakan bahwa sebagai musisi tradisional, Paksiband melakukan aksi dukungan lewat seni keroncong. Musik perlawanan selama ini identik dengan musik punk, rock, metal dan genre musik modern. Namun, Paksi band sebagai pengusung musik Jawa juga bisa turut support.
“Tidak hanya musik-musik modern yang bisa menyuarakan aksi, seni tradisi juga bisa ikut aksi. Kalau selama ini musik keroncong Jawa identik dengan musik yang lembut dan mendayu, namun Paksi Band justru menggunakan warisan tradisi ini untuk menyuarakan kegelisahan terutama isu-isu sosial. Musik Jawa juga bisa bersuara.” kata Wawan.
Secara komposisi musik, single terbaru ini tetap kental dengan nuansa keroncong yang memang menjadi karakter Paksiband. Meski demikian, ada penambahan beberapa instrumen etnik di dalamnya.
Selain Paksi (vokal, cak), Wawan (cuk), Dibya (bass), Bagas (drum), Irvan (flute), Rizky (keyboard), terlibat pula Jaeko (gamelan) dalam penggarapan single ini. Paksi band sedang bereksperimen memadupadankan alat musik tradisional dalam single BUTA MURKA ini.
Single ini resmi dirilis tanggal 12 September 2025 di berbagai platorm digital, dan video klipnya akan ditayangkan di Youtube.
Berikut lirik lagu Paksi Band – Buta Murka:
Kocap kacarita…neng jamane Aji Saka
Rajane Dewata cengkar awujud buta
Mungkar watake gawene mangan manungsa
kawula cilik sengsara, uripe katula-tula
Saben dina kawula dipidak, ditindhes, diuntal buta murka
Suwe-suwe, saking mangkele entek sabare
Hla kae butane ngece…yo dioyak rame-rame
Hla kok malah tambah ngece…yo digropyok rame-rame
wis ra betah tumindakmu buta adigang-adigung-adiguna
Rumangsamu seprana-seprene aku ora ngampet nesu
Kowe dinengke malah tambah ndadra tumindakmu
Golek menange dhewe, nggragas, serakah, pancen watakmu ala
Titenana suwe-suwe aku wis ra wedi
Hla kae butane ngece…yo dioyak rame-rame
Hla kok malah tambah ngece …yo digropyok rame-rame
wis ra betah tumindakmu buta adigang-adigung-adiguna
Suwe-suwe saking mangkele entek sabare
Aja ngemingke, saking mangkele aku ra wedi
Hla kae butane ngece…yo dioyak rame-rame
Hla kok malah tambah ngece …yo digropyok rame-rame
Hla kae butane ngece…yo dioyak rame-rame
Hla malah sansaya ngece …yo digropyok rame-rame
wis ra betah tumindakmu buta adigang-adigung-adiguna
