Pameran Rana Budaya Tahun Ini Catat Peningkatan Minat Dan Antusias Pengunjung

Pameran Rana Budaya #3 Still Culture telah usai digelar. Selama sepuluh hari penyelenggaraan, sejak tanggal 4 hingga 13 September 2025, Rana Budaya #3 telah dikunjungi oleh 758 warga lokal dan wisatawan yang sedang berlibur di Yogyakarta.

Pameran dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan DIY sekaligus memberikan penghargaan kepada para pemenang lomba. Ada 5 juara pada gelaran lomba ini, berurut dari juara pertama hingga harapan 2: Mukhamad Rizqi Ridwan, Rahma Aisya A., Farid Arifandi, Fatimah Azzahrah, dan Gustiawardi. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia karena Rana Budaya #3 mengangkat tema Still Culture, dengan gagasan menghadirkan alam benda sebagai medium fotografi untuk merayakan kekayaan budaya Indonesia.

Para fotografer diajak menyingkap benda tradisi, arsitektur, kerajinan, hingga peralatan sehari-hari—tak sekadar objek diam, melainkan penanda perubahan zaman dan pengingat lintas generasi.

Sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan pameran tidak berbarengan dengan penyelenggaraan Pasar Kangen yang juga merupakan agenda tahunan Taman Budaya Yogyakarta. Para pengunjung tampak lebih leluasa mengapresiasi karya fotografi yang dipajang di galeri.

Selain pameran fotografi yang dapat dikunjungi oleh masyarakat umum, Rana Budaya juga menghadirkan 7 program harian dalam bentuk creative sharing atau workshop.

Program-program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan membangun minat masyarakat terhadap seni fotografi dan turunannya. Program-program ini dirancang sebagai ruang belajar bersama, berbagi pengalaman, dan memperkaya perspektif visual publik pecinta fotografi dan masyarakat umum.

Tujuh program creative sharing/ workshop, diantaranya:

  • Lokakarya “Journaling Photography” bersama Ranting Mangga dan dimoderatori oleh Anbiyaa Gusti Maha pada hari Sabtu, 6 September 2025.
  • Program Gelar Wicara, bincang-bincang seputar kompetisi fotografi bersama Sahite Firdaus, Galih Putra Utama dan dimoderatori oleh Eugenia pada hari Senin, 8 September 2025.
  • Program Lokakarya “Food Photography” bersama Aralee Niken dan dimoderatori oleh Iin Herawati pada hari Selasa, 9 September 2025.
  • Lomba foto sehari bertajuk “Fun Photography: Model Photography” bersama  model Kania Gitaswara dan Ruffenty Meliani pada hari Rabu, 10 September 2025.
  • “Fun Photography: Euphoria Photography” menangkap potret suasana Taman Budaya Yogyakarta. Kedua program lomba sehari tersebut dilaksanakan di hari yang sama dan dilanjutkan dengan diskusi. Program Lokakarya “Zinestesia” bersama Zine Zan Zun dan dimoderatori oleh Cecilia Elma pada hari Jumat, 12 September 2025.
  • Diskusi “Still Culture” bersama Arif Furqan membicarakan praktik fotografi vernakular di Indonesia yang dimoderatori oleh Lily Elserisa pada hari Jumat, 12 September 2025.

Rangkaian kegiatan Lomba dan Pameran Fotografi Seni Budaya Tahun Anggaran 2025 telah sukses terselenggara dan dibiayai dengan anggaran Dana Alokasi Khusus Non Fisik-BOP Museum dan Taman Budaya-Taman Budaya pada Taman Budaya Yogyakarta melalui Sub Kegiatan Perlindungan, Pengembangan, Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan.

Meski tidak dapat disajikan langsung di panggung utama Taman Budaya Yogyakarta, penutupan Rana Budaya #3 tetap dirayakan dengan pertunjukan musik dan penampil tari tradisi yang meriah untuk mengapresiasi semua pihak yang terlibat baik peserta pameran, masyarakat, dan semua pihak yang menyukseskan rangkain agenda Rana Budaya #3 tahun ini.

Para penampil tersebut yaitu Tari Grasak dari Sanggar Bangun Budaya, Band The Kick, dan ditutup dengan penampilan Band The Jeblogs yang penampilannya disiarkan perdana di kanal YouTube Taman Budaya Yogyakarta pada tanggal 13 September 2025.

Tahun ini, minat dan antusiasme masyarakat Yogyakarta dan Indonesia terhadap Rana Budaya #3 semakin meningkat. Hal ini diukur dari jumlah peserta lomba yang mengalami peningkatan 3 kali lipat dari penyelenggaraan sebelumnya yaitu 652 orang dengan karya lomba terkumpul 1508 foto.

Meski baru berusia 3 tahun, peningkatan pesat ini menunjukkan ekspektasi dan harapan pegiat fotografi dan masyarakat pecinta fotografi yang semakin tinggi terhadap Rana Budaya. Hal ini menjadi pemicu semangat bagi tim kurator, tim juri, panitia penyelenggara, dan juga Taman Budaya Yogyakarta untuk terus mengeksplorasi gagasan-gagasan baru dan seni fotografi untuk terus menyajikan rangkaian perhelatan lomba dan pameran fotografi yang semakin berkualitas. Hal ini adalah catatan bagi Rana Budaya untuk terus merawat budaya lewat lensa.

You May Also Like