Ekosistem seni Yogyakarta termahsyur sebagai kota yang punya banyak talenta kreatif, saling berjejaring lintas bidang dan merandai genre dengan produksi karya-nya senantiasa berkelanjutan. Didukung dengan komunitas organik yang saling menyokong, saling topang, memunculkan ruang demi ruang pertemuan kolaborasi nan kreatif. Tidak heran kolaborasi di lingkup musisi dan seniman sering muncul secara organik di Kota Jogja, salah satunya kongsi antara Metzdub dengan Sirin Farid Stevy ini.
Meskipun berasal dari dua ranah yang berbeda dengan karakter kuat-nya masing – masing, pertemuan kreatif antara Metzdub dengan Sirin Farid Stevy terasa organik mengingat ekosistem Kota Jogja sudah menyiapkan lahan-nya sebagai sebuah laboratorium terbuka. Terasa luwes saja melihat Farid yang lahir di Wonosari & Metzdub yang berasal dari Kendal ini dipertemukan di Jogja untuk saling bekerjasama membawa kearifan lokal dalam sebuah karya kolaboratif. Term lokal dalam hal ini bukan berarti melulu tentang tradisi, tapi juga bisa berarti berwujud dalam keseharian nan konkret.
Dalam perjalanannya, perkawinan ide keduanya bersifat eksperimentatif, dimana terdapat celah untuk saling terbuka dan menjelajah kemungkinan untuk mencari titik temu karya kolaboratif ini.
“Perkawinan itu tidak selalu tentang laki-laki dan perempuan. Dalam musik, perkawinan adalah pertemuan ide, rasa, dan keberanian berkarya,” kata Metzdub.
Jika dalam sebuah perkawinan yang dianggap ideal adalah saat dimana pasangan yang tidak sempurna saling belajar menikmati perbedaan, dalam kolaborasi ini Metzdub & Sirin Farid Stevy berlatih untuk menikmati perbedaan musikal keduanya untuk kemudian saling melengkapi. Hasilnya? Sebuah track musik electronic racikan Metzdub berpadu dengan suara vokal, potongan lirik dan sentuhan artwork khas besutan Sirin Farid Stevy.
Keduanya tidak sendiri, layaknya sebuah perkawinan, masing – masing juga membawa “keluarga” untuk ikut berproses. Adalah Roby Setiawan, gitaris FSTVLST ini meminjamkan riff gitar-nya, begitu pula juga Yabes Yuniawan (Naughtyboy) di synth bass, serta Paulus Neo (Majelis Lidah Berduri) pada keyboard & synth.
Sementara itu “Berani + Bahagia” diolah melalui tangan dingin Grayce Soba (Soba studio) yang menjadi pelaksana mixing dan mastering.
“Berani + Bahagia” sendiri mendapat dukungan penuh dari Tanda Tambah sebagai executive producer-nya. Project kedua insan ini dirasa sesuai dengan semangat kolaborasi dan lokalitas yang juga menjadi core spirit dari Tanda Tambah.
Single Metzdub & Sirin Farid Stevy – Berani + Bahagia akan resmi dirilis di kanal toko musik digital melalui DoggyHouse Records mulai 14 Februari 2026.
