Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY akan kembali menggelar event yang sudah menjadi agenda tahunan, yakni Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF). Di gelaran tahun kedua ini, Jogja Cultural Wellness Tourism Festival (JCWF) 2024 ingin lebih mengenalkan secara emosional apa yang membedakan aktivitas dan keunggulan wellnes tourism di Jogja dibanding dengan dua daerah prioritas lain, yaitu Surakarta dan Bali.
Dengan mengusung tema “Selasaring Urip, Sangkan Paraning Dumadi, Hamemayu Hayuning Bawono, Manunggaling Kawulo Gusti”, JCWF hadir untuk lebih memperkenalkan kekuatan dari Wellness Jogja yang mengakar dari budaya asli Mataram.
“Kami ingin mengangkat bahwa budaya wellness kami berakar dari budaya Jawa atau budaya Kasultanan Yogyakarta yang sudah mengakar, berawal dari Perjanjian Jatisari pada tahun 1755,” kata GKR Bendara selaku Ketua BPPD DIY.
Bercerita tentang Perjanjian Jatisari, perjanjian ini menentukan dasar kebudayaan bagi kedua kerajaan yang telah terbagi lebih dulu dalam Perjanjian Giyanti, yakni Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Perjanjian Jatisari membagi budaya Kasultanan Mataram, dalam hal ini adalah tata cara berpakaian, adat istiadat, bahasa, gamelan, tari-tarian, dan lain-lain. Kasultanan Yogyakarta memilih untuk tetap mempertahankan budaya yang sudah ada sejak masa Kasultanan Mataram, sedangkan Kasunanan Surakarta nenilih untuk mengembangkan budaya baru, namun tetap berdasarkan budaya Mataram.
Kasultanan Yogyakarta mendapatkan manuskrip perihal pengageman (tata cara bebusana) dan juga tarian beserta dengan bahasa serta mendapatkan manuskrip tentang kesehatan di zaman itu antara lain jamu, lulur, dan sebagainya. Sedangkan Kasunanan Surakarta berkomitmen untuk mengembangkan budaya baru seperti tarian, pengageman, dan lain-lain namun tetap berdasarkan budaya Mataram. Dari situlah yang membedakan dua daerah yang saling berdekatan yang memiliki satu sejarah.
JCWF tahun 2024 ini akan digelar setiap hari Sabtu selama bulan November dan akan dilaksanakan di semua Kabupaten / Kota di DIY
“Kenapa kita mengambil bulan November, karena bulan November adalah low season-nya Jogja. Harapannya nanti kalau mau wellness di Jogja itu datang di bulan November. Kegiatan ini bukan event 1 hari tetapi sebenernya event 1 bulan yang diramaikan oleh komunitas-komunitas yang ada di Jogja,” lanjutnya.
Gelaran kali ini juga berkolaborasi dengan dinas pariwisata baik di provinsi maupun kabupaten kota, komunitas wellness di Yogyakarta, GIPI, serta mengundang beberapa Guest Star baik lokal maupun nasional diantaranya ada Soimah dan Happy Salma. Untuk harga tiket bervariasi, mulai Rp 75.000 sampai Rp 500.000
Berikut jadwal kegiatan JCWF 2024
- 2 November 2024 di Laguna Pantai Glagah Kulon Progo, Agenda Pembukaan JCWF 2024 dan Sunset Yoga.
- 9 November 2024 di Desa Wota Wati Gunungkidul, CSR Penanaman Pohon.
- 9 November 2024 di Jero Beteng Kota Jogja, Walking dan Meditation.
- 16 November 2024 di Nawang Jagad Sleman, Moonlight dan Meditation.
- 23 November 2024 di Bumi Langit Bantul, Healthy Eat.
- 30 November 2024 di Kotabaru Yogyakarta, Spogomi dan Penutupan.
Berbagai agenda Jogja Cultural Wellnes Festival bisa disimak melalui akun instagram @jcwf.id.