Festival Mojok 2026 Hadirkan “Jogja Hari Ini”, Rayakan Ekosistem Kreatif Yogyakarta

Festival Mojok (FESMO) kembali digelar pada 2026 dengan membawa tema “Jogja Hari Ini”. Festival yang diinisiasi Mojok.co tersebut berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu, 28–29 Agustus 2026, di Balcos Compound, Sleman, Yogyakarta.

Mengangkat semangat perayaan terhadap geliat kreatif Yogyakarta, FESMO 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi berbagai komunitas dan pelaku ekosistem kreatif. Literasi, musik independen, stand-up comedy, hingga pembahasan mengenai sepak bola menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang ditawarkan kepada publik.

Project Manager FESMO 2026, Purnawan S Adi, mengatakan Festival Mojok pada awalnya merupakan perayaan sederhana untuk menandai perjalanan Mojok.co yang mulai hadir di ruang digital pada 2014. Dalam perkembangannya, kegiatan tersebut tumbuh menjadi ruang komunal yang mempertemukan pembaca, kontributor, komunitas, serta masyarakat untuk bertukar cerita dan gagasan.

Menurut Purnawan, perkembangan FESMO tidak terlepas dari dukungan publik yang selama ini ikut menjadi bagian dari perjalanan Mojok.co. Mulai dari pembaca, kontributor dari berbagai daerah, hingga masyarakat yang mempercayakan beragam keresahan dan pemikiran untuk disuarakan melalui platform tersebut.

Tema “Jogja Hari Ini” dipilih untuk menggambarkan Yogyakarta sebagai kota yang terus bergerak dan melahirkan berbagai bentuk kreativitas. Bagi penyelenggara, perkembangan tersebut terlihat dari bermunculannya komunitas, musisi, penulis, kreator, serta berbagai simpul kreatif yang secara bersama-sama menjaga kehidupan kultural kota.

FESMO 2026 juga ingin menunjukkan bahwa Jogja tidak sebatas kota yang terus dikenang melalui romantisasi masa lalu. Tema tersebut sekaligus menjadi gambaran mengenai kekuatan kolaborasi dan kolektivitas berbagai elemen dalam membangun identitas kreatif Yogyakarta.

Selama dua hari pelaksanaan, pengunjung dapat mengikuti beragam agenda yang dirancang interaktif. Panggung musik independen akan menghadirkan sejumlah musisi lokal, sementara ruang bincang dan diskusi menghadirkan pembahasan mengenai buku, musik, dunia kreator konten, hingga perubahan wajah Jogja dari waktu ke waktu.

Selain itu, panggung stand-up comedy turut menjadi bagian dari festival dengan menghadirkan komika yang memiliki keterkaitan dengan geliat panggung komedi di Yogyakarta. Seluruh rangkaian FESMO 2026 dapat diikuti masyarakat secara gratis, menjadikan festival ini sebagai ruang terbuka untuk bertemu, menikmati hiburan, sekaligus merayakan keberagaman kreativitas Jogja hari ini.

You May Also Like