Rammadhanial Tandai Babak Baru Lewat Album Kedua Bertajuk Whisper From Nowhere

Band pop-punk/alternative rock asal Banjarnegara, Jawa Tengah, Rammadhanial, akan meluncurkan album studio kedua bertajuk Whisper From Nowhere pada 28 Agustus 2026 nanti. Album ini hadir lima tahun setelah debut album mereka, Don’t Let The Loneliness Kill You, yang dirilis pada 2021.

Album berisi sembilan lagu tersebut menjadi catatan penting dalam perkembangan musikal Rammadhanial. Jika sebelumnya dikenal melalui energi pop-punk, pada rilisan terbaru ini mereka memperluas eksplorasi dengan sentuhan alternative rock, permainan gitar yang lebih beragam, serta penggunaan keyboard yang memberi warna tambahan pada sejumlah komposisi.

Sejumlah lagu dalam album ini telah diperkenalkan lebih dulu kepada pendengar. Rangkaian tersebut mencakup Distopia, Utopia, Nishkala, hingga Enjoy The Tragedy (In Every Way). Lagu-lagu itu tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari alur cerita yang menggambarkan perubahan emosi dan perjalanan seseorang menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Konsep Whisper From Nowhere banyak bersumber dari pengalaman hidup Hany Wahyu. Tema yang dibawa mencakup trauma, nostalgia, kehilangan, kebingungan, hingga proses menerima keadaan. Judul album sendiri menggambarkan berbagai gagasan dan perasaan yang muncul seperti suara lirih dari dalam diri, meski asalnya sering kali sulit dijelaskan.

Kesembilan lagu disusun mengikuti perjalanan emosional yang berkesinambungan. Album dibuka dengan The Intersection tentang persimpangan dan pilihan hidup, kemudian bergerak menuju fase pemberontakan dalam Insanity. Cerita berlanjut pada pergulatan batin, kehancuran, kondisi emosional yang berat, hingga munculnya harapan untuk bangkit melalui Utopia.

Rangkaian tersebut kemudian mengarah pada penerimaan lewat Enjoy The Tragedy (In Every Way) dan ditutup Long Distance Years. Lagu terakhir menggambarkan perpisahan dan kematian sebagai bagian dari perjalanan manusia. Dengan susunan tersebut, album ini dirancang bukan sekadar sebagai kumpulan lagu, tetapi sebagai satu narasi yang bergerak dari awal perjalanan hingga titik akhir kehidupan.

Pengerjaan album dimulai pada awal 2023 melalui proses demo di Sastagama Legacy, Banjarnegara. Produksi kemudian dilanjutkan di Medusa Records milik Ananta Ajie, gitaris Eternal Desolator, untuk proses rekaman, mixing, hingga mastering. Proses produksi yang berlangsung sekitar tiga tahun turut diwarnai perubahan personel dan kolaborasi sejumlah musisi.

Hany Wahyu mengakui proses panjang tersebut menjadi bagian dari upaya Rammadhanial menghasilkan karya yang lebih matang tanpa kehilangan kejujuran dalam bermusik. Enriko Reksi dari Monday Better Friday turut berkontribusi dalam aransemen Insanity dan Losing The War Inside. Sementara itu, Rosyid Imron, Satya Nugroho, dan Enggel Septiawan ikut memperkuat materi album dari sisi instrumen.

Melalui Whisper From Nowhere, Rammadhanial ingin memperlihatkan perkembangan musikal sekaligus pengalaman personal yang mereka lalui selama proses kreatif. Album kedua ini kini tersedia di berbagai platform musik digital dan diharapkan dapat menemukan keterhubungan dengan pengalaman pendengar masing-masing.

You May Also Like