Meet The Artist ARTJOG Bersama Restu Ratnaningtyas dan Dita Gambiro, Bongkar Gagasan di Balik Karya

Program Meet The Artist ARTJOG 2026 kembali mempertemukan pengunjung dengan seniman yang terlibat dalam pameran ARS LONGA: GENERATIO. Kali ini, seniman Restu Ratnaningtyas dan Dita Gambiro hadir dalam sesi dialog yang digelar di Jogja National Museum (JNM), Kamis (6/8/2026).

Sesi yang berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut menjadi ruang bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat gagasan, proses riset, hingga pengalaman personal yang melatarbelakangi karya kedua seniman. ARTJOG menyebut program Meet The Artist sebagai kesempatan untuk bertemu dan bertukar gagasan secara langsung dengan para seniman.

Restu Ratnaningtyas dalam ARTJOG 2026 menghadirkan karya berjudul Asah, Asih, Asuh. Karya tersebut memanfaatkan beragam medium, mulai dari tinta di atas kertas, cetak tetra pak hingga polyester. Gagasan karya berangkat dari refleksi Restu mengenai perubahan generasi serta posisinya dalam melihat kehidupan dan masa depan anak-anak.

Dalam praktiknya, Restu banyak mengeksplorasi seni cetak, cat air, kertas, video, kain, instalasi hingga multimedia. Pengalaman personal dan pengamatannya terhadap perubahan perilaku sosial menjadi salah satu pijakan penting dalam proses berkaryanya.

Pada karya yang ditampilkan di ARTJOG 2026, Restu merespons berbagai inisiatif yang ditujukan untuk mengelola kehidupan anak-anak dan generasi mendatang, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menggunakan benda-benda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti kemasan tetra pak dan material rumah tangga, untuk membangun narasi mengenai relasi antara kebijakan, masyarakat dan kehidupan personal.

Sementara itu, Dita Gambiro membawa perhatian pengunjung pada hubungan antara memori, ruang, arsitektur dan trauma sosial. Dalam ARTJOG 2026, ia menghadirkan instalasi yang terinspirasi dari pengamatannya terhadap sejumlah bangunan perkantoran dan ruko yang terbengkalai di Jakarta, terutama kawasan Slipi, Kebayoran, Gajah Mada dan Harmoni.

Dita merekonstruksi fasad bangunan tersebut melalui simulasi suasana kantor era 1990-an, lengkap dengan arsip dan elemen berbahan bangunan. Baginya, bangunan yang ditinggalkan tidak sekadar menjadi objek arsitektur, tetapi juga menyimpan jejak perubahan sosial, kekerasan, kerusuhan dan pengalaman kolektif yang membentuk ingatan masyarakat.

Latar belakang Dita di bidang seni patung serta pendidikan produksi desain untuk film dan televisi turut memengaruhi pendekatannya dalam mengolah ruang dan instalasi. Ia menggunakan bahasa material dan arsitektur untuk menghadirkan kembali memori kolektif yang melekat pada objek maupun bangunan yang telah ditinggalkan.

Pertemuan Restu dan Dita dalam Meet The Artist memperlihatkan bagaimana pengalaman personal dapat berkembang menjadi gagasan yang lebih luas mengenai persoalan sosial. Keduanya menggunakan pendekatan berbeda, tetapi sama-sama menjadikan benda, ruang dan pengalaman sehari-hari sebagai pintu masuk untuk membaca perubahan masyarakat.

Program Meet The Artist sendiri merupakan salah satu agenda ARTJOG 2026 yang digelar secara berkala dan terbuka bagi publik. Melalui program ini, pengunjung tidak hanya melihat karya secara visual, tetapi juga memperoleh kesempatan memahami proses berpikir dan perjalanan kreatif seniman di balik karya yang dipamerkan.

You May Also Like