Dalam rangka menyambut dan memeriahkan The 10th Jogja International Kite Festival (JIKF) 2025, panitia menghadirkan rangkaian kegiatan istimewa yang tidak hanya menampilkan keindahan layang-layang dari berbagai daerah dan negara, tetapi juga mengangkat nilai-nilai budaya, pelestarian lingkungan, serta kearifan lokal DIY.
Festival ini akan digelar pada 26–27 Juli 2025 di Pantai Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, sebagai puncak dari berbagai kegiatan pendahuluan yang tersebar di sejumlah lokasi strategis.
JIKF 2025 mengusung tema “Langit Menyatukan Kita” sebagai refleksi dari keberagaman, kreativitas, dan semangat kolaboratif antar pelayang dari berbagai negara.
Berikut rangkaian kegiatan Road to JIKF 2025:
• Festival Layang-Layang Anak – Grogol, Paliyan, Gunungkidul.
Kegiatan ini digelar 9 Juli 2025 dengan melibatkan anak-anak dan komunitas lokal dalam lomba serta workshop pembuatan dan penerbangan layang-layang. Tujuannya adalah menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap permainan tradisional dan kreativitas berbasis budaya.
• Penanaman Pohon Endemik Langka – Warung Gedangsari, Karangmojo.
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian alam, dilakukan penanaman pohon-pohon endemik langka di kawasan perbukitan Gunungkidul. Aksi ini melibatkan pelayang internasional, komunitas lingkungan, serta warga sekitar sebagai simbol harmoni antara budaya dan alam.
• Eksplorasi Budaya – Pembuatan Keris Tradisional di Besalen (Workshop Kerajinan).
Para peserta festival diajak menyaksikan langsung proses pembuatan keris oleh empu lokal di Besalen. Ini menjadi bagian dari edukasi budaya dan warisan tak benda yang diangkat dalam semangat festival.
• Majemukan – Pantai Pandansari, Bantul.
Dalam kegiatan ini, para pelayang dari dalam dan luar negeri melakukan “majemukan” atau penerbangan perdana sebagai bentuk perkenalan budaya dan persahabatan antarbangsa, menjadikan langit Pantai Pandansari sebagai panggung diplomasi budaya yang unik dan damai.
• Puncak Acara: The 10th Jogja International Kite Festival – Parangkusumo, Bantul (26–27 Juli 2025).
Ribuan pengunjung akan memadati Pantai Parangkusumo untuk menyaksikan layang-layang raksasa, atraksi udara spektakuler, parade budaya, panggung hiburan, serta area UMKM dan kuliner. Tahun ini, sistem kunjungan dilakukan melalui paket wisata senilai Rp20.000, yang mencakup akses penuh ke arena festival. Pengunjung juga tetap dapat menyaksikan dari luar pagar secara gratis.
Kegiatan ini didukung oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, komunitas pelayang, pelaku pariwisata, seniman, serta masyarakat lokal yang turut menyukseskan festival ini dari hulu hingga hilir.
